setiap bayi yang memerlukan perawatan intensif dapat memperoleh pelayanan yang optimal sejak awal. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan terlatih, rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat
BARABAI – RSUD H. Damanhuri (RSHD) Barabai menggelar In House Training (IHT) Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang diikuti seluruh perawat Ruang Asy-Syifa sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi bayi baru lahir yang memerlukan perawatan intensif, Rabu (17/06/2026).
Kegiatan ini
merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan
kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas, aman, dan berorientasi pada
keselamatan pasien. Melalui
pelatihan ini, tenaga keperawatan mendapatkan pembaruan pengetahuan dan
keterampilan terkait Neonatal Resuscitation, Birth Asphyxia and Cooling
Therapy, serta From Basic to Advanced Mechanical Ventilation.
Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan, Edy Rosadi, S.Kep.,
Ns., menegaskan bahwa perawat yang bertugas di PICU dan NICU memiliki tanggung
jawab besar karena mendampingi pasien selama 24 jam penuh.
“Sebagai garda terdepan pelayanan, perawat PICU dan NICU
dituntut tidak hanya memiliki empati yang tinggi, tetapi juga kompetensi teknis
yang terstandar. Kami harus mampu mengoperasikan berbagai
teknologi medis, melakukan pemantauan kondisi pasien secara ketat, serta
mengambil tindakan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat. Keterlambatan
sekecil apa pun dalam pengambilan keputusan klinis dapat berdampak pada
keselamatan pasien,” ujarnya.
Menurutnya,
pelatihan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan tenaga
keperawatan memiliki kemampuan yang selalu diperbarui sesuai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang neonatal.

Sementara
itu, Dokter Spesialis Anak dr. Islammiyah Dewi Yunianti, Sp.A., Fellowship
Neonatologi, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan
memberikan dampak langsung bagi pasien dan keluarga yang mendapatkan pelayanan
di NICU.
“Ketika
perawat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali tanda kegawatan,
melakukan pemantauan, dan memberikan penanganan yang tepat, maka pasien dapat
memperoleh pertolongan lebih cepat dan sesuai kebutuhan klinisnya. Ini tentu
sangat penting dalam meningkatkan keselamatan dan peluang kesembuhan bayi yang
dirawat di NICU,” ujarnya.
Menurut dr.
Dewi, manfaat pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh tenaga kesehatan, tetapi
juga oleh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan neonatal.
“Orang tua
tentu berharap bayinya mendapatkan perawatan terbaik. Dengan peningkatan
kompetensi tenaga kesehatan, pelayanan menjadi lebih cepat, lebih tepat, dan
lebih terstandar. Dampaknya adalah meningkatnya kualitas perawatan, rasa aman
bagi keluarga pasien, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah
sakit,” tuturnya.
Ia
menambahkan, kompetensi yang terus diperbarui juga mendukung terciptanya
pelayanan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Harapan
kami, setiap bayi yang memerlukan perawatan intensif dapat memperoleh pelayanan
yang optimal sejak awal. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan terlatih,
rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan
berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Untuk
memastikan manfaat pelatihan dapat diterapkan secara nyata, rumah sakit akan
melakukan pendampingan di unit pelayanan, evaluasi kompetensi, monitoring
berkala, serta penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Melalui
kegiatan ini, RSHD Barabai terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata berupa pelayanan yang lebih
profesional, responsif, aman, dan berkualitas, khususnya bagi bayi yang
memerlukan perawatan intensif di NICU.
Selengkapnya
kunjungi:
Instagram :
@rshdbarabaiofficial
TikTok :
@rshdbarabaiofficial
YouTube :
@rshdbarabaiofficial
Facebook : @rshdbarabaiofficial