Forum ini diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
BARABAI – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat kembali ditegaskan RSUD H. Damanhuri (RSHD) Barabai melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 2 rumah sakit, Selasa (30/6/2026).
Mengusung tema
"Mendengarkan Aspirasi, Meningkatkan Pelayanan Bersama Mewujudkan Layanan
Kesehatan yang Lebih Berkualitas", forum ini menjadi wadah dialog terbuka
antara rumah sakit dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan guna
menyerap aspirasi, mengevaluasi pelayanan, dan menyusun langkah perbaikan yang
benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD
H. Damanhuri Barabai, dr. Nanda Sujud Andi Yudha Utama, Sp.B., mengatakan bahwa
pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak dapat dibangun hanya oleh rumah
sakit, melainkan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengguna
layanan.
"Ulun
memohon saran, masukan, maupun kritik yang membangun dari buhan pian barataan.
Kehadiran pian hari ini sangat berarti bagi kami. Setiap pendapat yang
disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam menyusun
langkah-langkah perbaikan pelayanan. Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kami
ingin mendengar langsung harapan, kebutuhan, dan pengalaman masyarakat agar
pelayanan yang kami berikan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,"
ujarnya.
Ia menjelaskan,
Forum Konsultasi Publik bukan sekadar agenda rutin atau pemenuhan kewajiban
pelayanan publik, melainkan menjadi sarana komunikasi dua arah yang
memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, usulan, kritik, maupun
pengalaman selama menerima pelayanan di rumah sakit. Di sisi lain, rumah sakit
juga dapat menyampaikan berbagai kebijakan, standar pelayanan, serta rencana
pengembangan layanan secara terbuka dan transparan.
Menurutnya,
semakin luas partisipasi masyarakat, semakin besar peluang rumah sakit
menghadirkan pelayanan yang lebih baik. "Semakin banyak pihak yang
terlibat memberikan masukan, semakin besar pula kesempatan bagi kami untuk
melakukan perbaikan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami
ingin setiap kebijakan dan inovasi pelayanan lahir dari kebutuhan masyarakat,
sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, lebih mudah diakses, lebih aman, serta
memberikan kepastian dan kepuasan bagi pasien," tambahnya.
Forum ini
dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, legislatif, pengawas, organisasi
profesi, pengguna layanan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi
kepemudaan, akademisi, relawan mitra pelayanan kesehatan, hingga pers.
Dari unsur
pemerintahan dan legislatif mengundang Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah
beserta Komisi I, II, dan III, perwakilan Biro Organisasi Provinsi Kalimantan
Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Inspektorat, Bagian Organisasi Setda,
Dinas Kesehatan, Camat Barabai, Lurah Barabai Barat, Babinsa, dan
Bhabinkamtibmas.
Turut hadir
pula Dewan Pengawas RSUD H. Damanhuri Barabai, Satuan Pengawas Internal (SPI),
Ketua Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Tenaga Kesehatan Lain, Komite
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Komite Mutu, Komite K3RS, Majelis
Pertimbangan Profesi (MPP), serta mitra strategis rumah sakit, yaitu Bank
Kalsel dan BPJS Kesehatan Cabang Barabai.
Sebagai
representasi masyarakat, FKP juga dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, PCNU HST, Pimpinan Daerah Muhammadiyah HST, Perwakilan
Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Lazismu HST, Baznas HST, Khadimul Ummat,
serta APDESI tingkat kabupaten dan kecamatan.
Keterlibatan
organisasi kepemudaan, akademisi, komunitas sosial, dan kelompok masyarakat
juga menjadi bagian penting dalam forum ini, di antaranya KNPI, HMI, PMII, BEM
STAI Al Washliyah, LSM Garimbas Orpala, Yayasan Sahabat Berbagi, Aliansi
Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Persatuan Penyandang Disabilitas Kabupaten
Hulu Sungai Tengah, MDMC, Murakata Rescue, Vertical Rescue Kalimantan Selatan,
serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sebagai bentuk
komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara
Kesepakatan Perbaikan Pelayanan yang menjadi janji publik RSUD H. Damanhuri
Barabai kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut memuat komitmen rumah sakit
untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan selama forum sebagai
bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan dan segera
ditindaklanjuti oleh rumah sakit.
Melalui Forum
Konsultasi Publik ini, RSUD H. Damanhuri Barabai berharap setiap kebijakan dan
inovasi pelayanan yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan
masyarakat.
Forum ini
diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kepercayaan publik
sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,
inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai
Tengah dapat merasakan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, lebih
cepat, lebih aman, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pasien. (Han)
Selengkapnya
kunjungi:
Instagram : @rshdbarabaiofficial
TikTok : @rshdbarabaiofficial
YouTube : @rshdbarabaiofficial
Facebook : @rshdbarabaiofficial