Uji kompetensi ini menjadi langkah penting untuk memastikan tenaga keperawatan dan kebidanan memiliki kualitas sesuai standar nasional.
BARABAI – RSUD H. Damanhuri Barabai (RSHD Barabai) menyelenggarakan uji kompetensi dan kredensial bagi perawat dan bidan pada 20–29 April 2026. Kegiatan ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang keperawatan dan kebidanan.
Sebanyak 50 tenaga kesehatan
mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 40 perawat dan 10 bidan yang berasal
dari unit rawat inap dan rawat jalan. Peserta menjalani empat tahapan, yakni
persiapan berkas dan kontrak waktu dengan asesor, pra asesmen, ujian tertulis,
serta ujian lisan melalui observasi dan portofolio.
Direktur RSHD Barabai dr. Nanda
melalui Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan, Edy Rosadi, S.Kep., Ners,
menyampaikan bahwa uji kompetensi ini bertujuan untuk mengukur, memastikan,
serta memberikan pengakuan resmi terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap
kerja tenaga kesehatan sesuai standar yang berlaku.
“Uji kompetensi ini menjadi
langkah penting untuk memastikan tenaga keperawatan dan kebidanan memiliki
kualitas sesuai standar nasional,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).
Ia juga berpesan kepada seluruh
peserta agar mengikuti proses asesmen dengan jujur, sungguh-sungguh, dan penuh
tanggung jawab.
“Ikuti proses ini sebagai sarana
belajar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kompetensi. Tunjukkan kemampuan
terbaik, namun tetap terbuka dalam menerima masukan,” tambahnya.
Pelaksanaan uji kompetensi ini
merupakan bagian dari komitmen RSHD Barabai dalam meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya perawat dan
bidan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai strategi, salah satunya
program Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan atau Continuing Professional
Development (CPD) yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan.
Sementara itu, Ketua/Lead
Asesor, Yuniar Rahmawati, S.ST., Ners, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan
sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri bagi
tenaga kesehatan.
“Setiap ilmu, keterampilan, dan
sikap yang kita miliki adalah amanah, karena di tangan kita ada harapan,
keselamatan, dan kehidupan pasien,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan peserta
agar tidak takut dinilai, karena proses ini merupakan bagian dari evaluasi
diri.
“Jangan takut dinilai, karena
sejatinya kita sedang menilai diri sendiri, sejauh mana kita telah memberikan
yang terbaik,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi
momentum bagi peserta untuk terus berkembang, meningkatkan kompetensi, serta
memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas kepada
masyarakat. (HAN)
Selengkapnya kunjungi:
Instagram :
@rshdbarabaiofficial
Tiktok
: @rshdbarabaiofficial
Youtube :
@rshdbarabaiofficial
Facebook : @rshdbarabaiofficial